Home berita dunia / islampedia / muslim / politik / uighur

Persoalan yang menimpa muslim Uighur menjadi sorotan dunia. Mulai dari masyarakat, tokoh publik hingga negara ikut menyuarakan pembelaan terhadap muslim Uighur dan mengecam tindakan diskriminatif Pemerintah China terhadap muslim Uighur. Pada pertemuan negara-negara muslim yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Malaysia, Indonesia kembali tidak hadir ditengah persoalan dunia islam yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Dikutip dari laman kumparan, Bahkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia tidak ikut campur dalam urusan negara China mengatur dalam negerinya. Sudah itu prinsip-prinsip yang standar dalam hubungan Internasional, ucapnya. Moeldoko menilai bahwa persoalan Uighur ini menjadi kewenangan China, sebab semua negara memiliki kedaulatannya masing-masing untuk mengatur negaranya.

islampedia, uighur, politik, berita dunia, muslim,
Gambar : © matamatapolitik.com

Menanggapi hal tersebut, banyak netizen Indonesia yang akan terus melakukan pembelaan terhadap muslim Uighur walaupun Pemerintah Indonesia sendiri diam. Dukungan yang dilakukan netizen Indonesia berupa, aktif dalam sosial media seperti tagar #IndonesiaStandWithUighur yang sempat menjadi trending beberapa waktu lalu, memboikot produk China dan memberi bantuan atau donasi bagi muslim Uighur. Berkat dukungan dari masyarakat Indonesia, ada beberapa video dari muslim Uighur yang menyatakan rasa terima kasih mereka terhadap masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan menjadi suara terhadap penderitaan yang di alami oleh muslim Uighur. 

Bukan hanya itu saja, masyarakat Indonesia yang terdiri dari beberapa ormas islam dan berbagai elemen masyarakat juga melakukan aksi demontrasi di depan kedubes China, mendesak Pemerintah China untuk menghentikan kekerasan terhadap muslim Uighur. Majelis Ulama Indonesia juga menyayangkan sikap diam Indonesia terhadap penderitaan muslim Uighur. Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas mengatakan "Kalau Pemerintah Indonesia mengatakan tidak ikut campur, itu artinya pemerintah tidak paham terhadap mukadimah Undang-undang Dasar 1945. 

Beliau menyinggung bunyi salah satu kalimat pembukaan UUD 1945 yang berbunyi "penjajahan diatas dunia harus dihapuskan". Anwar menyebut kalimat tersebut menunjukan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan. Oleh karena itu, jika ada negara yang menginjak peri kemanusiaan dan peri keadilan, Indonesia tidak boleh diam. Jika Indonesia diam maka hapus saja itu mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, Ucapnya. 


Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top