Home anies baswedan / oposisi / politik / psi

Salah satu partai politik di Indonesia yaitu PSI (Partai Solidaritas Indonesia) kembali melontarkan kritikannya terhadap Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Lontaran kritikan itu kembali dilontarkan akibat kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menggelontorkan dana yang cukup besar untuk pembelian toa (pengeras suara) yang akan digunakan untuk peringatan dini banjir Jakarta.

Bukan hanya itu saja, sebelumnya PSI juga sering melontarkan kritik terhadap Anies Baswedan, bahkan sampai saat ini, PSI begitu berisik melontarkan kritikan terhadap Anies karena dianggap tidak mampu memimpin Jakarta karena masih banjir walaupun banjir di Jakarta sudah berlalu. Anehnya lagi, hal apapun yang terjadi di Jakarta terkait kebijakan atau program Gubernur, selalu menjadi sorotan dan begitu ramai diperbincangkan. Padahal beberapa tahun ke belakang hal semacam ini tidak begitu ramai.

politik, anies baswedan, psi, oposisi,
Sumber Gambar : © Tirto.id

Berbanding terbalik, PSI seakan bungkam jika permasalahan menimpa Pemerintah Pusat. PSI membisu ketika masalah-masalah besar seperti korupsi, atau kebijakan Pemerintah yang bisa dibilang menyengsarakan rakyat, misal kenaikan iuran BPJS, dihapusnya subsidi BBM, dihapusnya subsidi listrik, bahkan yang terbaru akan dihapusnya subsidi untuk gas melon 3kg. 

Banyak netizen yang cukup geram melihat isu yang diangkat adalah soal banjir Jakarta, padahal kasus-kasus lainnya yang lebih penting juga harus diusut secara tuntas. Anehnya, ada sebagian partai politik dan para petinggi negeri ini justru bungkam terhadap persoalan yang begitu besar ini. Apakah karena kinerja Anies buruk, sehingga PSI begitu gencar melontarkan kritik.? Atau hanya kebencian yang timbul dalam hati yang membuat mereka tidak suka terhadap kinerja Anies.? 

Seharusnya, baik itu Pemimpin daerah atau Pemimpin Pusat, lontaran kritik harusnya berimbang tidak selalu menuju ke salah satu orang tertentu saja. Baik itu partai politik, Presiden, Gubernur, Walikota, atau lainnya berhak di kritik jika kebijakannya menyengsarakan masyarakat. Jadi bagaimana menurut netizen melihat kondisi ini.?

Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top