Home dinar emas / islampedia / kuala lumpur summit 2019 / mahathir mohamad / muslim

Beberapa waktu lalu pertemuan KTT islam di Malaysia telah usai, dimana negara-negara muslim ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Terdapat poin-poin penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut diantaranya Pemerintah Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad mengatakan bahwa sudah saatnya negara-negara muslim mulai gunakan emas (dinar) dalam barter perdagangan dan gunakan teknologi sendiri.

4 negara sedang mempertimbangkan perdagangan diantara mereka sendiri menggunakan emas (dinar) dan sistem barter, diantaranya, Qatar, Malaysia, Iran dan Turki. Mahathir mengatakan langkah ini diambil sebagai perlindungan nilai terhadap sanksi ekonomi di masa depan. Dikutip dari laman Straits Times, Mahathir mengatakan, "Dengan dunia yang membuat keputusan sepihak untuk memaksakan tindakan menghukum seperti itu, Malaysia dan negara lain harus selalu ingat hal itu dapat dikenakan pada salah satu dari kita, ucapnya.

islampedia, muslim, kuala lumpur summit 2019, mahathir mohamad, dinar emas,
Gambar : © Malay Mail

Mahathir juga memuji Iran dan Qatar karena mampu bertahan dalam embarho ekonomi. Beliau juga menambahkan, penting bagi dunia Muslim untuk mandiri menghadapi ancaman di masa depan. Arab saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar sekitar 2,5 tahun yang lalu, karena menganggap Qatar mendukung aksi terorisme. Sedangkan Iran terkena imbas yang cukup parah setelah sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat kembali datang pada tahun lalu. "Saya menyarankan kita kembali pada ide perdagangan menggunakan Dinar emas dan barter perdagangan diantara kita, tambahnya. 

Kami serius dan berharap akan dapat menemukan mekanisme dalam melakukannya, tambahanya lagi, mengacu pada koin emas abad pertengahan Islam. Selain itu, Mahathir mengatakan pembahasan di KL Summit berfokus pada isu penguatan ekonomi, sains, teknologi dan pertahanan. "Namun semua aspek yang paling terpenting dari semua itu adalah kebutuhan untuk dapat memproduksi dan menciptakan teknologi sendiri, ucapnya. 

Menurutnya, negara muslim masih bergantung pada teknologi dari negara-negara yang memusuhi umat islam, maka negara-negara tersebut akan selalu mengontrol usaha-usaha negara muslim untuk mengembangkan teknologi sendiri, ujar Mahathir. Dalam pertemuan ini, selain untuk menyelesaikan problem dunia islam, kedepannya diharapkan negara muslim dapat menggunakan Dinar dalam perdagangan dan memiliki teknologi sendiri yang tidak bergantung pada negara lain. Sayangnya, Indonesia tidak hadir dalam pertemuan ini, seperti yang diberitakan, bahwa Wakil Presiden Indonesia K.H Ma'ruf Amin mengalami kelelahan sehingga batal menghadiri pertemuan tersebut.

Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top