Home berita dunia / india / islamophobia / islampedia / politik / uu anti muslim

Pemerintah India secara resmi telah mengesahkan UU anti muslim di negaranya. Hal tersebut membuat kondisi di India semakin memanas. Gelombang unjuk rasa terus menerus dilakukan oleh masyarakat India yang menentang hal tersebut bahkan sampai berujung bentrok. Polisi di ibu kota India pada hari Jumat (13/12) bentrok dengan pendemo yang kebanyakan para mahasiswa yang menentang Undang-undang kewarganegaraan Anti Muslim.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di Jamia Millia Islamia, sebuah universitas negeri di New Delhi. Para mahasiswa yang protes balik menyerang polisi dengan melemparkan batu ke arah polisi. Demonstrasi juga terjadi di negara bagian timur laut, Assam. Demonstrasi pada mulanya berawal dari Assam setelah majelis Parlemen India meloloskan rancangan Undang-undang (RUU) kewarganegaraan.

berita dunia, india, islamophobia, islampedia, politik, uu anti muslim,
Gambar : © Rediff.com

Dikabarkan hampir 10 ribu demonstran melakukan aksi mogok makan di ibu kota negara bagian Gauhati. Polisi India juga menembak mati 2 orang demonstran dan melukai 24 orang lainnya setelah pengunjuk rasa mengabaikan jam malam. Undang-undang kewarganegaraan baru itu memberikan kewarganegaraan kepada 6 kelompok agama diantaranya dari Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan termasuk Hindu dan Budha kecuali muslim. Para pendemo mengecam bahwa undang-undang tersebut mendiskriminasi umat Islam dan melanggar konstitusi sekuler di India. 

Selain banyak mendapat pertentangan dari masyarakat India khususnya yang beragama Islam, Pemerintah Malaysia, Mahathir Mohammad juga mengecam India soal UU Kewarganegaraan Anti-Muslim. Dikutip dari laman Aljazeera, di sela KTT Kuala Lumpur yang dilangsungkan beberapa waktu lalu, Mahathir mempertanyakan pentingnya UU tersebut yang disebut dengan Citizenship Amandment Bill (CAB). Beliau mengungkapkan "orang-orang menderita karena UU ini. Kenapa perlu ada ini, ketika semua, dalam 70 tahun, mereka hidup bersama sebagai warga negara tanpa ada masalah", ucapnya. 

Tambahnya lagi, UU ini menimbulkan ketakutan bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi akan menjadikan India sebagai negara Hindu dan meninggalkan sekitar 200 juta warga muslim, yang jumlahnya sekitar 14% dari populasi India. "Saya sedih melihat India, yang mengklaim sebagai negara sekuler namun kemudian mengambil tindakan dengan mencabut kewarganegaraan warga muslim. Jika kita melakukan itu disini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi, pasti akan terjadi kekacauan dan instabilitas serta setiap orang akan menderita, ucapnya. 

Netizen Indonesia juga banyak yang mengecam UU Anti-Muslim tersebut, terlebih lagi negara tetangga dengan pemimpinnya langsung yang mengecam UU tersebut. Bahkan netizen mempertanyakan andil Indonesia dalam menentang UU Anti-Muslim tersebut. Mereka mempertanyakan upaya Pemerintah dalam menanggapi UU tersebut dan merasa kecewa karena Pemerintah Indonesia memlilih diam akan hal tersebut.

Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top