Home investasi / reksadana / reksadana bibit / reksadana pasar uang / reksadana pendapatan tetap / reksadana saham / reksadana syariah

Investasi reksadana.? Mungkin banyak orang yang ingin mencoba berinvestasi reksadana, namun banyak yang ragu untuk memulainya karena berbagai faktor, mulai dari takut rugi, tidak mengerti apa yang akan dilakukan dan masih banyak faktor lainnya. Nah bagi sobat yang ingin mencoba memulai berinvestasi reksadana, kali ini akan admin jelaskan mengenai salah satu platform investasi reksadana yaitu Bibit yang mulai banyak digunakan oleh kalangan millenial.

Sebelum kupas tuntas mengenai Bibit, apa tujuan kalian berinvestasi reksadana.? Berapa lama kalian akan berinvestasi di reksadana.? Nah bagi kalian para generasi millenial khususnya anak muda, segera tentukan tujuan kalian untuk berinvestasi agar di masa depan nanti bisa menikmati hasil yang maksimal. Keuntungan dalam berinvestasi di reksadana tidak bisa didapat dalam waktu yang singkat, untuk itu siapkan rencana untuk 5 sampai 10 ke depan dengan investasi yang akan kita lakukan. 

Min tapi saya tidak tahu apa itu Bibit, apa itu reksadana dan macam-macam reksadana seperti reksadana pasar uang, reksadana obligasi, reksadana saham dan reksadana syariah. Baiklah, akan admin jelaskan mengenai reksadana dan macam-macam reksadana sebelum mengupas tuntas investasi di Bibit. 

Apa itu Reksadana

Dikutip dari laman wikipedia, reksadana merupakan sebuah wadah dan pengelolaan dana atau modal dari sekumpulan investor untuk memulai investasi di instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana dari para investor itu nantinya akan dikelola oleh manager investasi. 

Apa itu Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang merupakan salah satu instrumen investasi reksadana yang jenis investasinya 100% ditempatkan pada instrumen pasar uang antara lain, obligasi, sertifikat Bank Indonesia atau deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun saja dan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Instrumen investasi ini memiliki resiko yang kecil dan cocok dijalankan bagi orang yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang singkat.

Apa itu Reksadana Pendapatan Tetap (Obligasi)

Reksadana Pendapatan Tetap merupakan instrumen investasi reksadana dimana sebagian besar dana alokasinya ditempatkan pada surat utang atau biasa disebut dengan Obligasi. Reksadana Pendapatan Tetap memiliki tingkat resiko menengah yang bertujuan memberikan hasil pengembalian dengan komposisi obligasi kurang lebih 80% dari total portofolio. Investasi di reksadana pendapatan tetap cocok bagi orang yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu mulai dari 1 sampai 3 tahun. 

Apa itu Reksadana Saham

Reksadana Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang melakukan investasi paling sedikit atau setidaknya 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas. Reksadana ini memiliki return yang tinggi dan resiko yang tinggi pula. Fluktuasi yang tinggi membuat pergerakan saham bisa naik tinggi atau turun dengan tajam dalam waktu yang singkat. Investasi ini cocok dilakukan dalam waktu yang lama atau lebih dari 5 tahun keatas. Bagi kalangan millenial yang masih berumur 20 tahunan, investasi ini cocok diambil bagi kalian yang ingin mendapatkan kebebasan finansial di masa tua nanti.

Apa itu Reksadana Syariah

Reksadana Syariah merupakan sebuah wadah yang menghimpun dana masyarakat (investor) untuk kemudian di investasikan ke dalam surat berharga seperti obligasi, saham, dan instrumen pasar uang dengan mengedepankan prinsip syariah Islam. Portofolio penempatan dana di instrumen keuangan syariah seperti saham syariah dan sukuk. Dana ini nantinya dikelola oleh suatu lembaga berbadan hukum yang biasa disebut dengan Manager Investasi. Sebetulnya ini hampir sama dengan jenis reksadana lainnya tapi yang membedakan yaitu prinsip syariah Islam yang digunakan untuk mengatur ketentuan-ketentuannya. 

Nah diatas sudah diuraikan secara singkat mengenai jenis-jenis reksadana, selanjutnya mari kita bahas mengenai Bibit dan cara investasi di Bibit. Penjelasannya masih cukup panjang, jadi siapkan cemilan terlebih dahulu biar sobat nyaman dalam membaca artikel ini. Kuy kita langsung bahas mengenai Bibit.

Tentang Bibit

Bibit merupakan sebuah aplikasi reksadana yang dimaksudkan untuk membantu dan memudahkan masyarakat dalam berinvestasi. Bibit sudah lama hadir pada tahun 2017 lalu dan sudah mengantongi ijin resmi sebagai Agen Penjual Reksadana dari OJK. Selain itu, Bibit juga terdaftar sebagai APERD (Agen Penjual Reksadana) yang artinya dana dari para investor sepenuhnya dikelola oleh masing-masing Manager Investasi Reksadana dan dana investor tidak disimpan dan dikelola oleh Bibit. Manager investasi sudah terdaftar dan berlisensi OJK dan asset investasi akan disimpan di Bank Kustodian. 

Saham Bibit mayoritas telah diakuisisi oleh Stockbit dan mulai diperkenalkan kembali ke masyarakat pada bulan Januari 2019 lalu. Bibit menggunakan teknologi riset pemenang Nobel Prize, Harry Markowitz yang itu artinya merupakan sebuah metode pembentukan portofolio investasi yang dinamakan Modern Portofolio Theory. Dengan metode tersebut, Bibit akan menyesuaikan investasi para investor ke dalam reksadana yang cocok berdasarkan profil resiko investor. 

Cara Memulai Investasi Reksadana di Bibit

Untuk memulai investasi reksadana di Bibit, sobat bisa langsung unduh Bibit di Playstore maupun AppStore, kemudian lakukan pendaftaran. Untuk langkah pendaftaran disini admin tidak akan menerangkan secara detail, karena proses pendaftaran cukup mudah. Lakukan pendaftaran dan isi data diri atau data yang disuguhkan sesuai dengan diri kita, mulai dari nama, ktp, email, nomor telp dan lain sebagainya. Ada kolom refferal juga, sobat bisa isi refferal dari orang lain atau bisa dikosongkan tergantung keinginan sobat.

Jika sudah melakukan pendaftaran dan sudah terverifikasi, langkah selanjutnya sobat tinggal pilih jenis instrumen investasi reksadana yang akan di ambil atau bisa menggunakan robo advisor Bibit. 

Atau bisa dengan manual, caranya pilih instrumen reksadana yang kalian inginkan, misal reksadana syariah, kemudian pilih salah satu reksadana yang diinginkan. Setelah memilih, kita bisa melihat informasi detail mengenai reksadana yang sobat pilih mulai dari pergerakan NAV, Bank Kustodian, Expand Ratio, Manager Investasi, Top Holding, dan Prospektus serta Fund Fuct Sheet yang bisa di download dengan format pdf.

Jika sobat sudah yakin untuk berinvestasi di salah satu reksadana yang sobat pilih, langkah selanjutnya tinggal klik beli dan masukan nominal dana yang akan di investasikan. Transfer jumlah dana ke bank tujuan, dengan cara klik item yang sobat beli kemudian nanti akan muncul rincian pembayarannya dan jangan lupa kirimkan bukti transfer agar pembelian reksadana sobat terverifikasi. Pengiriman bukti transfer sebelum jam 12 siang akan diproses secara langsung, namun jika bukti transfer dikirim lewat dari jam 12 siang, maka proses verifikasi akan dilakukan keesokan harinya atau jika hari libur maka akan di proses pada hari kerja.

Itu untuk pembelian menggunakan transfer rekening. Nah ada cara yang lebih mudah lagi, sobat bisa menggunakan Go-pay dan LinkAja untuk melakukan pembayaran. Kelebihan menggunakan Go-pay dan LinkAja tentunya kita terkena biaya transfer, tidak perlu mengirim bukti transaksi, transaksi instan dan auto split pembelian robo. Bagi pengguna yang menggunakan e-wallet lainnya seperti OVO dan Dana, juga bisa melakukan pembayaran menggunakan e-wallet tersebut. Untuk lebih detail mengenai pembayaran, sobat bisa kunjungi link dibawah ini

Pembelian menggunakan Go-Pay Disini
Pembelian menggunakan LinkAja Disini
Pembelian menggunakan OVO Disini
Pembelian menggunakan Dana Disini

Minimal pembelian reksadan menggunakan robo yaitu Rp. 500.000 sedangkan jika pembelian manual maka sobat bisa memulai investasi hanya dengan Rp. 10.000 saja dengan list reksadana yang sudah disesuaikan menurut Bibit, diantaranya :

Simas Saham Unggulan
Manulife Dana Kas II
Manulife Obligasi Unggulan Kelas A
Manulife Dana Kas Syariah
Majoris Pasar Uang Syariah
Majoris Sukuk Negara Indonesia
Danamas Rupiah 
Manulife Obligasi Negara Indonesia II
Manulife Dana Saham

Nah bagaimana sudah cukup jelas mengenai reksadana, jenis reksadana dan cara investasi di Bibit.? Caranya sangat mudah sekali dan aplikasinya sangat user friendly jadi sobat tidak perlu bingung jika ingin memulai investasi di Bibit. Setiap investasi memiliki resiko dan kemungkinan kerugian investasi, jadi alangkah baiknya pelajari dan pahami resiko sebelum sobat memulai untuk berinvestasi.

Artikel yang kami muat bukan sebagai bentuk promosi, kami tidak melakukan perjanjian kerjsama dengan pihak Bibit. Semua review disini berdasarkan keinginan dan tanpa paksaan siapapun. 

Baca juga :

1 komentar

  1. ✨ Ayo daftar Bibit.id sekarang juga dan dapatkan cashback reksa dana senilai Rp50.000 Dengan memasukkan kode referral ini saat pendaftaran Kode Referral Bibit : " promobibit100 " ✨

    BalasHapus

to Top