Home bittrex / cryptocurrency / keuangan / trading

Salah satu platform perdagangan raksasa yaitu Bittrex mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan layanannya di 31 negara pada akhir bulan Oktober ini. Bittrex mengungkapkan bahwa ketidakpastian peraturan adalah alasan utama dibalik langkah penghentian layanannya tersebut.

Pengumuman tersebut diumumkan pada tanggal 18 Oktober 2019 kemarin. Para trader yang menggunakan Bittrex akan kehilangan semua akses ke akun mereka pada tanggal 29 September, itu artinya sejak pengumuman itu dirilis ada jangka waktu 9 hari untuk pengguna untuk segera menarik simpanan asset mereka di Bittrex.

bittrex, cryptocurrency, keuangan, trading,

Pengguna harus memiliki saldo yang cukup untuk menarik simpanan mereka atau saldo lebih tinggi dari batas minimal penarikan dana untuk mengambil simpanan mereka. Itu artinya, pengguna harus memiliki setidaknya 3 kali lipat  dari jumlah saldo mereka untuk biaya penarikan. Bittrex juga mengungkapkan bahwa aturan ini berlaku untuk semua koin dan token. 

Biaya penarikan di Bittrex saat ini adalah 0,0005 BTC itu artinya pengguna harus memiliki saldo setidaknya sebesar 0,00150001 BTC untuk bisa menarik dana mereka. Negara-negara yang terdampak oleh langkah ini diantaranya, Mesir, Afghanistan, Bosnia-Herzegowina, Etiopia, Pantai Gading, Kamboja, Republik Afrika tengah, Republik Demokratik Kongo, Eritrea, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana, Laos, Irak, Libya, Libanon, Pakistan, Maladewa, Sri Lanka, Sudan, Sudan Selatan, Somalia, Trinidad and Tobago, Uganda, Tunisia, Zimbabwe, Yaman, Vanuatu, dan Venezuela.

Bittrex juga telah memposting bagaimana cara terpirinci untuk memudahkan para pengguna memahami proses penarikan dana. Sebelum memulai proses penarikan dana, pengguna harus membuat alamat dompet yang sama pada saat mereka melakukan deposit. Selain itu, pada bulan Juni lalu, Bittrex juga telah secara signifikan menurunkan opsi layanan perdagangan mereka untuk pelanggan di wilayah Amerika Serikat dengan menghapus 42 koin dan token di platform miliknya hal itu disebabkan karena regulator mulai memperketat kendali atas mata uang kripto.

Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top