Home bitpoin / cryptocurrency / fraud / hacker

Kabar yang cukup menarik perhatian kali ini tertuju pada salah satu platform perdagangan cryptocurrency asal Jepang yaitu BITPoint, dimana dilaporkan bahwa BITPoint mengalami serangan oleh para peretas sehingga menyebabkan mereka kehilangan dana sebesar $ 32 Juta atau sekitar Rp 450 Miliyar.

Para penyelidik juga telah menemukan bahwa peretas berhasil mendapat akses ke dalam sistem BITPoint selama kurang lebih 12 jam. Para periode waktu tersebut peretas berhasil mengambil cryptocurrency yang ada pada sistem BITPoint. Dilaporkan bahwa peretas mulai melakukan peretasan ini pada Kamis malam hingga Jumat pagi, dengan waktu yang cukup lama tersebut para peretas lebih leluasa untuk melakukan pencurian.

kabar cryptocurrency hari ini, kabar kripto terbaru, kabar cryptocurrency terbaru, berita cryptocurrency hari ini, beirta cryptocurrency terbaru, berita altcoin terbaru, berita altcoin terbaru, berita blockchain terbaru, berita blockchain hari ini, kabar blockchain terbaru,

Baca Juga :

Bitcoin dan Ripple menjadi target pencurian, namun dilaporkan ada sebanyak 5 jenis cryptocurrency yang berhasil dicuri oleh peretas. Menurut Yoshinori Hashimoto yang merupakan seorang ahli di bidang keamanan online, beliau mengatakan bahwa para peretas telah mentransfer cryptocurrency senilai $ 9 Juta pada Kamis malam tepatnya pukul 21.00. selama periode 12 jam tersebut, peretas lebih banyak mentransfer cryptocurrency ke akun mereka dan menurut perkiraan, Bitcoin senilai $ 25 Juta telah hilang akibat pencurian ini.

Hashimoto juga menambahkan, harusnya perusahaan menghentikan proses transaksi ketika volume transaksi terdeteksi tidak normal dimana terjadi transaksi luar biasa besar dalam cryptocurrency pada saat itu. Dengan hal ini tentunya akan memiliki dampak negatif pada industri kripto dimana jika hal seperti ini terus berlanjut maka akan kehilangan kepercayaan dari para investor serta kehilangan kepercayaan masyarakat.

Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top