MASIGNASUKA101
1236281468114096930

Perang Tarif Ojek Online, Siapa Yang Di Untungkan?

Perang Tarif Ojek Online, Siapa Yang Di Untungkan?
Add Comments
Sabtu, 09 Maret 2019
Persaingan Gojek dengan Grab semakin memanas. Persaingan ini terjadi untuk memperebutkan pasar Indonesia dan berbagai cara dilakukan untuk meraih customer baru atau mempertahankan customer yang ada untuk selalu menggunakan aplikasi dari salah satu mereka baik Gojek maupun Grab.

Berbagai kebijakan sering dikeluarkan untuk meraih atau mempertahankan pelanggan, namun ada saja pro dan kontra dibalik sebuah kebijakan yang diluncurkan oleh kedua perusahaan tersebut.
Baru-baru ini, Gojek menetapkan tarif baru yang berlaku tanggal 4 Maret 2019 kemarin. Setelah pengumuman tarif baru tersebut, banyak mitra Gojek yang merasa dirugikan karena ini kesekian kalinya tarif Gojek turun. Gojek beranggapan ini sebagai salah satu cara untuk bertahan dari persaingan yang panas saat ini.

Baca Juga :

perang tarif transportasi online, gojek dan grab perang tarif, drama ojek online, kisah ojek online,

Buntut dari kebijakan tersebut, banyak mitra mengeluhkan hal tersebut bahkan ada rencana untuk off bid secara masal, rencana tersebut akan dilakukan untuk memprotes kebijakan baru tersebut yang dirasa cukup merugikan para mitra driver Gojek.

Seperti yang kita ketahui, seperti wawancara Nadiem di CNN Indonesia sekitar 3 tahun lalu, CEO Gojek tersebut mengungkapkan dan meminta pihak Grab untuk merasionalkan tarif ojek onlinenya. Namun ternyata pihak Grab tidak menggubris pernyataan Nadiem tersebut, alhasil kali ini Gojek yang harus mengalah dan menurunkan tarif demi menjaga para customernya dan menjaga permintaan yang ada.

Jika semua customer memilih menggunakan Grab, maka mitra driver Gojek akan kehilangan pendapatan mereka dan ini hal yang cukup serius, dan mungkin inilah alasan Gojek kembali menurunkan tarif dasarnya untuk menjaga permintaan yang ada.

Baru- baru ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menyelidiki dugaan praktik predatory pricing atau bisa dibilang permainan harga yang sangat rendah untuk menghilangkan pesaing yang diduga dilakukan oleh perusahaan penyedia ojek online di Indonesia. Dimana jika hal tersebut terbukti merugikan dan menyalahi aturan kemitraan dengan pengemudi, maka akan dilakukan sanksi, dimana sanksi tersebut berupa penutupan usaha dan denda sebesar 10 miliyar rupiah.

Nah jika begini siapa yang salah dan siapa yang dirugikan? Yang jelas mitra driver yang dirugikan sementara para pelaku usaha yang meraup keuntungan. Menurut mimin, jika Grab dari dulu mau merasionalkan tarif, maka persaingan ini akan berjalan sehat tanpa merugikan para pengemudi dan Gojek tidak akan beberapa kali menurunkan tarif dasarnya. Bagaimana pendapat kalian guys.? Silahkan isi di kolom komentar.