Home asset digital / crypto asset / cryptocurrency / electroneum / investasi / iota / ontology / ripple / tron

Hallo sobat, masih dalam dunia cryptocurrency nih. Pada artikel kali ini, saya akan memberikan beberapa koin yang menurut saya layak dijadikan asset masa depan. Tujuannya untuk mendapatkan profit di masa yang akan datang dan pastinya asset digital ini untuk periode waktu yang cukup lama sekitar 2 atau 3 tahun ke depan.

Artikel ini bukan mengajak sobat semua untuk memulai berinvestasi pada cryptocurrency, namun artikel ini memberikan gambaran koin mana saja yang sangat potensial untuk dijadikan asset masa depan. Bagi yang penasaran koin apa saja yang cocok untuk dijadikan asset masa depan, simak artikel ini sampai selesai dan pada artikel ini akan saya bahas 5 cryptocurrency yang layak dijadikan asset untuk masa depan.

1. Ripple (XRP)

Ripple merupakan sebuah cryptocurrency yang bertujuan untuk menjadi salah satu penyedia pembayaran uang seperti bank dan pertukaran mata uang yang didirikan oleh perusahaan Ripple Labs Inc yang berlokasi di Amerika Serikat. Ripple (XRP) dibangun diatas ptorokol internet open source terdistribusi dan mendukung token yang mewakili mata uang fiat, cryptocurrency, komoditas serta unit lainnya.

Diluncurkan tahun 2012 lalu, Ripple ditujukan untuk mempermudah transaksi keuangan secara global, aman, instan dan dengan biaya transaksi serendah mungkin. Jika dilihat dari bank konvensional, untuk transfer uang berbeda negara saja mungkin perlu waktu yang cukup lama dan biaya yang cukup mahal, nah salah satu tujuan Ripple adalah untuk mengatasi hal tersebut.

Semakin banyak bursa atau layanan keuangan yang menggunakan teknologi blockchain Ripple sebagai metode pembayaran lintas batas mereka, maka bisa dipastikan hal tersebut akan sangat berpengaruh pada kenaikan harga Ripple. Saat ini Ripple begitu dominan dalam menyediakan platform pembayaran lintas batas, berbagai Bank besar di berbagai belahan dunia sudah mulai menggunakan Ripple dan untuk kedepannya mungkin saja Bank-Bank lainnya akan menggunakan Teknologi blockchain Ripple termasuk Bank yang ada di Indonesia.

Dengan terjalinnya mitra-mitra besar dan semakin diminatinya Ripple oleh bursa keuangan maka menurut mimin potensi kenaikan harga Ripple akan cukup baik di tahun-tahun mendatang dan merupakan salah satu cryptocurrency yang layak untuk dijadikan asset masa depan.

Baca Juga :


2. Tron (TRX)

Tron merupakan platform blockchain yang diluncurkan menjadi platform berbagai konten hiburan terdesentralisasi yang berfokus pada perluasan pasar aplikasi konten digital yang lebih mudah digunakan, baik membuat maupun menerapkannya. Tron dirancang untuk memudahkan transisi ini dan karena itu juga dapat mempercepat desentralisasi platform yang ada maupun pembuatan Dapps yang baru. 

Tron didirikan oleh Justin Sun, dimana ia sering dikatakan sebagai Jack Ma kedua dimana ia sangat berpengalaman dan piawai dalam menjalankan bisnis. Tidak tanggung-tanggung, saat ini Tron didukung oleh anggota terkemuka dan komunitas bisnis yang besar seperti Tang Binsen (pendiri game Clash Of King ), Chaoyong Wang (pendiri China Equity Group), Hitters Xu (pendiri Nebulas), dan tentunya masih banyak lagi.

Kecepatan transaksi Tron mampu mengalahkan Ethereum dan EOS, dimana transaksi Tron 200 kali lebih cepat dari Ethereum dan 100 kali lebih cepat dari EOS. Saat ini Tron mampu mendominasi pasar dalam layanan Dapps mengalahkan Ethereum dan EOS. Terjalinnya kerjasama antara Tron dengan berbagai Raksasa Industri bahkan kabar terbaru dari Tron bahwa mereka akan fokus mengembangkan dan membangun blockchain gaming yang kuat, dimana nilai proyek tersebut sebesar $100 juta USD.

Berbagai prediksi mengatakan bahwa Tron pada sepanjang tahun 2019 mendatang akan mengalami kenaikan yang cukup baik dan itu akan terus belanjut pada tahun-tahun selanjutnya. Hal tersebut karena dominasi Tron dalam pasar Dapps dan proyek-proyek besar di belakangnya.

Baca Juga :

3. Ontology (ONT)

Ontology adalah proyek blockchain publik berkinerja tinggi yang baru dan platform kolaborasi kepercayaan yang didistribusikan. Bukan hanya itu saja, Ontology juga menyediakan blockchain publik berkinerja tinggi yang mencakup serangkaian buku besar yang terdistribusi secara lengkap dan juga terdapat sistem kontrak cerdas.

Ontology didirikan oleh salah satu perusahaan China pada tahun 2017 lalu, dimana perusahaan ini sudah berpengalaman dan sukses di dunia Cryptocurrency yaitu Onchain. Perusahaan ini dipimpin langsung oleh Erik Zhang dan Da HongFei. Onchain bukan pertama kalinya terjun di dunia Cryptocurrency, sebelumnya perusahaan ini telah sukses mendirikan blockchain NEO yang saat ini NEO menjadi proyek bernilai miliaran dollar.

Onchain, perusahaan dibalik Ontology dan NEO sedang berusaha menggabungkan semua lini bisnis, Pemerintahan, dan pengguna akhir dalam blockchain dengan arsitektur jaringan yang terdistribusi dimana hal tersebut bertujuan untuk menjadikan Ontology dan NEO menjadi pemain utama dalam ruang kontrak / Smart Dapps.

Dengan dukungan yang kuat dari berbagai perusahaan besar di China dan pengalaman Onchain dalam dunia cryptocurrency membuat harga Ontology digadang-gadang akan meningkat pada tahun-tahun mendatang dan merupakan salah satu crypto yang layak dijadikan asset.

Baca Juga :

4. Electroneum (ETN)

Electroneum adalah cryptocurrency mobile pertama yang ditujukan untuk penggunaan adopsi secara masal, aman dan pribadi dan ramah bagi pengguna, yang dapat ditambang pada smartphone yang menjalankan sistem operasi Android dan iOs. Electroneum memungkinkan transaksi diselesaikan secara instan melalui sistem pembayaran yang instan pula dan saat ini memiliki lebih dari 2.5 juta pengguna di seluruh dunia.

Saat ini Electroneum tengah mengembangkan API yang akan memudahkan integrasi penerimaan ETN secara instan. Hal ini dapat memudahkan pembayaran pada sistem niaga elektronik dan kemudahan dalam integrasi sistem penjualan elektronik (ePOS).

Diluncurkan pada tahun 2017 lalu, Electroneum dirancang khusus dengan mempertimbangkan penggunaan ponsel. Dengan jumlah pengguna smartphone yang mencapai lebih dari 2.2 miliyar pengguna di seluruh dunia, hal ini merupakan pasar yang sangat potensial dan sangat menarik bagi Electroneum. Memiliki antar muka yang ramah bagi pengguna dan berorientasi bagi pemula, memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi ETN secara lancar, transfer koin satu sama lain, memeriksa saldo, dan menambang koin dan hal itu dilakukan dengan mudah.

Beberapa waktu lalu Electroneum telah melakukan uji coba pembayaran menggunakan ETN dan hasilnya sangat memuaskan. Kedepannya Electroneum berharap para pelaku bisnis, perusahaan maupun perorangan dapat menggunakan ETN sebagai metode pembayaran menggantikan uang. Lebih dari 250 juta ponsel nonbank membuat peluang yang sangat besar hampir senilai 3 Miliyar USD.

Dengan potensi tersebut serta suksesnya ujicoba pembayaran menggunakan ETN, banyak prediksi mengatakan bahwa sepanjang tahun 2019 mendatang harga ETN akan mencapai kisaran harga $1 dan cocok untuk dijadikan asset jangka panjang.

Baca Juga :

5. IOTA (MIOTA)

IOTA adalah sebuah cryptocurrency terbuka dan terdesentralisasi yang dirancang untuk penggunaan internet dalam segala hal (Internet of Things/IoT). Saat ini skalabilitas pada internet menjadi masalah utama, dan tujuan dari diciptakannya IOTA adalah untuk mengatasi masalah tersebut. IOTA menggunakan struktur algoritma DAG (Direct Acrilyc Graph), tapi tim dari IOTA menyebutnya dengan Tangle.

Teknologi ini juga dipakai oleh Nano, dimana teknologi ini mampu memecahkan masalah skalabilitas dan biaya transaksi yang dibawa oleh Bitcoin maupun cryptocurrency lainnya. Kecepatan transaksi yang sangat cepat dan tidak adanya biaya transaksi merupakan salah satu kelebihan yang dibawa oleh IOTA.

IOTA berfokus pada komunikasi antar mesin, karena saat ini hampir setiap perangkat memerlukan akses internet. Dalam situsnya, diperkirakan bahwa pada tahun 2025, jumlah perangkat yang saling terhubung mencapai 75 milliar dan akan terus bertambah, sedangkan kecepatan broadband diperkirakan hanya naik 2 kali lipat dan lalu lintas pipa data global menjadi sangat padat, tentunya tidak mungkin semua perangkat tersebut bisa saling terhubung secara terus menerus satu sama lain, dan IOTA menjawab semua masalah tersebut dan hal ini merupakan visi utama dari IOTA.

Pada bulan April lalu, IOTA telah meluncurkan Smart Charging Station pertama dan satu-satunya di dunia. Bukan hanya itu saja, proyek-proyek lainnya juga sedang dikembangkan untuk menghubungkan berbagai perangkat dalam jaringan IOTA. Dengan potensi yang sangat besar, berbagai prediksi mengabarkan bahwa harga IOTA akan tumbuh cukup baik dalam beberapa tahun mendatang dan IOTA juga merupakan salah satu cryptocurrency yang sangat cocok untuk dijadikan asset jangka panjang.

Baca Juga :

Nah itulah 5 cryptocurrency yang menurut mimin cocok untuk dijadikan asset jangka panjang dan bisa mendatangkan profit. Semua prediksi diatas tentang harga crypto tersebut bisa saja tidak sesuai pada masa depan, dan sebelum memulai berinvestasi dalam cryptocurrency sebaiknya sobat mempelajari terlebih dahulu dan mengetahui segala resiko yang ada. 

Jangan lupa bagi sobat semua untuk membantu blog ini dengan membagikan artikel-artikel yang ada pada blog ini ke sosial media sobat semua. Jika sobat ingin mendapatkan update artikel terbaru dari blog ini, silahkan subscribe blog ini pada kolom yang sudah tersedia di samping jendela kerja kalian, Terimakasih. 



Baca juga :

Tidak ada komentar

Posting Komentar

to Top