MASIGNASUKA101
1236281468114096930

Maraknya Penipuan Konsumen Terhadap Para Pelaku Online Shop

Maraknya Penipuan Konsumen Terhadap Para Pelaku Online Shop
Add Comments
Minggu, 22 Oktober 2017
Assalamu'alaikum sobat kali ini mimin akan bahas tentang maraknya kasus penipuan konsumen terhadap para pelaku usaha online shop. Dalam melakukan transaksi biasanya pedangang meminta ke calon konsumen untuk mentransfer sejumlah dana sesuai barang yang mereka pesan, jika sudah melakukan transfer dan mengirimkan tanda bukti transfer, maka barang akan dikirim ke calon konsumen. Hal ini menjadi celah bagi para oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menipu dan meraup keuntungan yang besar.

Jika dulu korban penipuan lebih banyak dari sisi konsumen oleh para pedagang nakal yang tidak bertanggung jawab, sehingga berdampak pada semua aspek bisnis online. Menurunnya daya beli masyarakat karena ketidakpercayaan akan belanja online dikarenakan maraknya kasus penipuan, bahkan dulu mimin juga kena imbasnya. Akan tetapi sekarang malah sebaliknya, dengan banyak bermunculannya para pelaku bisnis online shop maka sekarang si penipu yang berpura-pura jadi calon pembeli. Cara kerja mereka sama, si penipu yang pura-pura jadi calon pembeli mencari target online shop kemudian mereka order barang ke si penjual dan seperti biasa melakukan transfer. Nah disini kita sebagai para pedagang harus hati-hati, dikarenakan banyaknya bukti transfer yang sudah di edit sedemikian rupa agar si pedagang percaya bahwa mereka sudah melakukan pembayaran. Berikut beberapa bukti si penipu mengirimkan bukti transfer






Jika dilihat sekilas dari bukti transfer diatas, maka mungkin kita akan percaya bahwa si pembeli sudah mengirimkan transfer sesuai nominal yang diminta. Maraknya hal tersebut membuat para pedagang online geram dengan ulah para oknum nakal ini. Untuk mencegah hal tersebut alangkah baiknya para pedagang mengecek dulu mutasi, apakah transfer sudah masuk atau belum. Mereka akan tetap bilang sudah melakukan transfer walaupun kita sudah mengetahui bahw itu palsu hasil rekayasa dan yang lebih parahnya mereka berani memaki-maki kita sebagai pedagang bahkan mimin pernah mengalami hal tersebut.

Untuk menjadi pelajaran bagi kita semua selaku pedagang atau konsumen harus lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, cek dulu keabsahannya supaya kita dari kedua pihak tidak dirugikan sama sekali dan semoga para pelaku kriminal bisa segera bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya sehingga tidak merugikan banyak pihak dan kepercayaan konsumen serta pedagang bisa terjaga.